Wah,
tidak terasa sudah memasuki akhir semester satu yaa J
Untuk
materi terakhir, kita membahas tentang interaksi sosial.
Dijamin
menyenangkan deh
Semangat
untuk ujian mid semester yaa !
INTERAKSI
SOSIAL
1.
PENGERTIAN
Ada beberapa pengertian
dari interaksi sosial, yakni :
A. Kamus Besar Bahasa Indonesia: Interaksi sosial adalah hal saling melakukan
aksi, berhubungan, mempengaruhi atau hubungan dinamis (saling aksi atau
mempengaruhi) yang dinamis antara perseorangan dan orang atau perseorangan,
antara perseorangan dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok.
B. Ahli
Gillin dan Gillin Interaksi sosial adalah hubungan sosial yang dinmis yang
menyangkut hibungan antarindividu, individu dan kelompok, atau antar kelompok.
C. Secara umum
Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik antara individu dengan individu,
individu dengan kelompok maupun kelompok dengan kelompok.
2. Jenis Interaksi sosial
Ada 3 Jenis interaksi sosial, yakni :
1.
Individu dengan individu adalah
interaksi antara individu satu dengan lainnya. Contoh : Ayah bercakap-cakap
dengan anak
di teras rumah.
2.
Individu dengan kelompok adalah
interaksi antara individu dengan kelompok. Contoh : Dosen mengajar mahasiswa di universitas.
3.
Kelompok dengan kelompok adalah
interaksi kelompok satu dengan lainnya. Contoh : pertandingan sepak bola
3. Ciri-ciri Interaksi sosial
Menurut Charles P Loomis, ada 4 ciri interaksi sosial, yakni :
1.
Jumlah pelaku dua orang atau lebih
2.
Adanya komunikasi antar pelaku dengan
menggunakan symbol atau lambang
3.
Adanya dimensi waktu yang
meliputi masa lalu, masa kini dan masa yang akan datang.
4.
Adanya tujuan yang hendak dicapai
sebagai hasil dari interaksi tersebut.
4. Syarat Interaksi sosial
Menurut Soerjono Soekanto, Interaksi sosial harus memenuhi 2 syarat yaitu :
1.
Kontak sosial
Ada 2 sifat kontak sosial, yaitu :
a.
Kontak positif adalah kontak yang
mengarah ke bentuk kerjasama.
b.
Kontak negatif adalah kontak yang
mengarah ke bentuk pertentangan.
Ada 2 bentuk kontak sosial, yaitu :
a.
Kontak primer adalah kontak yang
terjadi secara langsung bertemu muka. Misal : penjual dan pembeli di pasar.
b.
Kontak sekunder adalah kontak
yang terjadi melalui perantara. Misal : telpon, surat dsb.
Ada 2 jenis kontak sekunder, yakni :
1). Kontak sekunder langsung adalah kontak sekunder dimana pihak yang
berinteraksi secara langsung dengan medianya.
2). Kontak sekunder tidak langsung adalah kontak sekunder dimana pihak yang
berinteraksi meminta bantuan orang lain atau media lain yang tidak berhubungan
langsung dengan komunikator.
2.
Komunikasi
Adalah seseorang memberi tafsiran terhadap perilaku dan perasaan yang dilakukan
orang lain.
Ada 5 unsur pokok dalam komunikasi, yaitu :
a.
Komunikator adalah orang yang
menyampaikan pesan.
b.
Komunikan adalah orang yang
dikirimi pesan
c.
Pesan adalah sesuatu yang disampaikan
komunikator bisa berupa pesan, gagasan, perasaan dsb.
d.
Media adalah cara pesan disampaikan
dapat berupa : lisan, tulisan, gambar, film dsb.
e.
Efek atau dampak yang ditimbulkan
dari komunikasi yang dilakukan.
5. Faktor-faktor pendorong Interaksi sosial
Ada 5 faktor pendorong interaksi sosial, yaitu :
1.
Imitasi adalah tindakan meniru orang
lain. Misal : gaya bicara, tingkah laku, adat kebiasaan.
2.
Sugesti adalah seseorang memberi
pandangan atau sikap lalu diterima orang lain tanpa pikir panjang. Misal :
Reklame atau iklan di media massa.
3.
Identifikasi adalah kecenderungan
atau keinginan seseorang untuk menjadi sama dengan pihak lain (meniru secara
keseluruhan). Contoh : seseorang mengidolakan ayahnya maka ia akan berperilaku,
bersikap seperti ayahnya.
4.
Simpati adalah proses dimana
seseorang merasa tertarik kepada pihak lain. Misal : tetangga tertimpa musibah
maka kita merasakan kesedihan dan berusaha membantunya.
5.
Empati adalah simpati yang mendalam
yang dapat mempengaruhi psikis maupun fisik seseorang. Misal : Orang yang
menjenguk orang sakit, ia jatuh sakit merasan orang yang dijenguk.
6. Bentuk-bentuk Interaksi sosial
Menurut Gillin dan Gillian,
ada 2 bentuk interaksi sosial yakni : Proses asosiatif dan disosiatif
Proses Asosiatif
merupakan proses interaksi yang mengarah kepada persatuan.
Ada 4 proses asosiasi yakni :
a.
Kerjasama adalah usaha
bersama antar individu atau kelompok untuk mencapai tujuan bersama.
Ada beberapa jenis kerjasama, yakni :
1.
Koalisi adalah kombinasi 2 organisasi
atau lebih yang mempunyai tujuan sama.
2.
Joint venture adalah kerjasama dalam
pengusahaan proyek tertentu.
3.
Gotong royong adalah kerukunan
4.
Bargaining adalah pelaksanaan
perjanjian mengenai pertukaran barang atau jasa antara dua organisasi atau
lebih
5.
Kooptasi adalah penerimaan
unsure-unsur baru dalam kepemimpinan dan pelaksanaan politik organisasi sebagai
satu-satunya cara untuk menghindari konflik yang bisa mengguncang organisasi.
Bentuk lain kerjasama :
1.
Spontan adalah kerjasama serta merta
2.
Langsung adalah kerjasama hasil dari
perintah atasan atau penguasa
3.
Kontrak adalah kerjasama atas dasar
tertentu
4.
Tradisional adalah kerjasama bagian
unsure dalam system sosial, seperti gotong royong atau gugur gunung.
b.
Akomodasi adalah usaha untuk
mengatasi atau menyelesaikan pertikaian atau konflik.
Ada 1 bentuk akomodasi dalam masyarakat, yakni :
1). Koersi adalah proses akomodasi secara paksa
2). Arbitrasi adalah penyelelsaian masalah lewat pihak ketiga yang memberikan
keputusan mengikat kepada kedua belah pihak.
3). Mediasi adalah penyelesaian masalah lewat pihak ketiga yang tidak
memberikan keputusan kepada kedua belah pihak (netral)
4). Kompromi adalah bentuk akomodasi di mana pihak yang terlibat mengurangi
tuntutannya.
5). Konsiliasi adalah usaha mempertemukan keinginan pihak-pihak bertikai untuk
mencapai kesepakatan.
6). Toleransi adalah bentuk akomodasi tanpa persetujuan yang sifatnya formal
7). Stalemate adalah pihak yang bertikai mempunyai kekuatan seimbang tidak bisa
maju ataupun mundur.
8). Adjudikasi adalah penyelesaian lewat pengadilan
9). Segregation adalah masing-masing pihak yang bertikai menghindar dalam
mengurangi ketegangan.
10). Eliminasi adalah salah satu pihak yang berkonflik mengundurkan diri
11). Subjugation atau dominasi adalah pihak yang mempunyai kekuatan besar meminta
pihak lain mentaatinya.
12). Mayority rules adalah penyelesaian masalah dengan voting
13). Konversi adalah penyelesaian masalah dimana salah satu pihak mengalah dan
menerima pendapat pihak lain.
14). Genjatan senjata atau cease fire adalah pengangguhan permusuhan dalam
jangka waktu tertentu
15). Minority consent adalah golongan minoritas yang tidak merasa dikalahkan
tetapi dapat melakukan kegiatan bersama.
c.
Asimilasi adalah berpadunya 2
budaya yang menghasilkan budaya baru sama sekali.
Faktor yang mempermudah asimilasi :
1). Sikap toleransi
2). Kesempatan yang seimbang dalam ekomoni
3). Sikap menghargai orang asing dan kebudayaan
4). Sikap terbuka dari golongan penguasa dalam masyarakat
5). Persamaan dalam unsure kebudayaan
6). Perkawinan campuran (amalgamasi)
7). Adanya musuh bersama dari luar
Faktor yang menghalangi asimilasi :
1). Terisolasi kehidupan suatu golongan tertentu dalam masyarakat.
2). Kurangnya pengetahuan mengenai kebudayaan yang dihadapi
3). Adanya perasaan takut terhadap kekuatan suatu kebudayaan yang dihadapi.
4). Perasaan bahwa suatu golongan lebih tinggi dari golongan lain
5). Adanya perbedaan warna kulit atau cirri-ciri badan.
6). Adanya gangguan golongan minoritas terhadap golongan berkuasa
7). Adanya perbedaan kepentingan dan pertentangan pribadi
d.
Akulturasi adalah berpadunya
2 budaya yang menghasilkan budaya baru yang tidak meninggalkan ciri kebudayaan
asal.
Misal : musik keroncong merupakan perpaduan antara musik portugis dengan musik
Indonesia.
Proses Dissosiatif adalah proses mengarah ke pertikaian
Ada 3 proses disosiatif yakni :
a.
Persaingan adalah perjuangan
dari beberapa pihak untuk mencapai tujuan tertentu.
Tipe-tipe persaingan adalah :
1). Persaingan ekonomi adalah persaingan yang timbul karena terbatasnya alat
pemuas kebutuhan dibandingkan dengan jumlah kebutuhan.
2). Persaingan kebudayaan adalah persaingan budaya satu dengan lainnya.
3). Persaingan kedudukan dan peran adalah persaingan kedudukan atau peran satu
kelompok atau individu dengan kelompok atau individu lain.
4). Persaingan ras adalah persaingan antara ras satu dengan lainnya.
Fungsi positif persaingan adalah :
1). Meningkatkan daya kreatifitas yang dinamis
2). Menimbulkan iklim kompetitif
3). Alat seleksi
Dampak persaingan :
1). Pengenalan kepribadian
2). Kemajuan
3). Solildaritas kelompok
4). Disorganisasi/perpecahan
b. Kontravensi adalah keadaan diantara persaingan dan
pertikaian.
Ada 5 bentuk kontravensi menurut Leopold von Wise dan Howard P. Becker
yakni :
1). Umum seperti penolakan, keengganan, perlawanan, protes, menghalang-halangi,
melakukan kekerasan, atau mengacaukan rencana pihak lain.
2). Sederhana seperti menyangkal pendapat orang di muka umum, memaki melalui
surat selebaran, mencerca.
3). Intensif, seperti penghasutan atau menyebarkan desas-desus
4). Rahasia, seperti mengumumkan rahasia lawan atau berkhianat
5). Taktis, seperti mengejutkan lawan, membingungkan pihak lawan, provokasi,
atau intimidasi.
Tipe-tipe kontravensi adalah :
1). Kontravensi generasi
2). Kontravensi jenis kelamin
3). Kontravensi parlementer
c. Pertentangan
atau konflik adalah suatu
perjuangan untuk mencapai tujuan dengan jalan acncaman dan kekerasan.
Ada beberapa bentuk pertentangan yakni :
1). Pertentangan pribadi adalah konflik antara individu dengan individu
2). Pertentangan rasial adalah konflik antara ras satu dengan lainnya
3). Pertentangan antar kelas sosial adalah pertentangan antara kelas satu
dengan lainnya.
4). Pertentangan politik adalah konflik antara golongan politik satu dengan
lainnya.
5). Pertentangan internasional adalah pertentangan antara Negara satu dengan
lainnya.
6). Pertentangan antar generasi adalah pertentangan generasi satu dengan
lainnya.
7). Pertentangan antar kelompok adalah pertentangan kelompok satu dengan
lainnya.
8). Konflik antar status adalah konflik antara status satu dengan lainnya